Komik dan Kota

Kalau diperhatikan, di tengah kota Jakarta (atau kota – kota lainnya) yang riuh padat, terselip “pesan – pesan” yang ingin disampaikan warga kota melalui sapuan cat dan kuas. Mungkin sebagian orang menganggap itu sebagai corat – coret yang mengganggu ruang publik, namun bagi sebagian lainnya hal tersebut merupakan “oase” di antara himpitan gedung – gedung yang semakin merapat.

Yang menarik adalah, ada beberapa gambar yang tampaknya dibuat oleh orang yang sama yang tersebar di beberapa tembok ibukota. Dan kesemuanya itu memiliki satu pesan utama: Melawan Korupsi. Gambar – gambar tersebut mungkin terpisah puluhan kilometer antara yang satu dengan yang lain, namun jika kita kebetulan sedang melakukan satu perjalanan dan kebetulan pula melewati lokasi – lokasi gambar tersebut maka akan terciptalah suatu sekuensial! Bahkan walaupun kita tidak mengalami gambar – gambar tersebut dalam suatu waktu yang bersamaan, namun kita dapat menikmatinya sebagai sebuah serial.

Gambar – gambar tersebut seakan membuat penghuni kota untuk senantiasa pensaran kira – kira cerita seperti apalagi yang akan disampaikan berikutnya. Hal ini sama seperti kita menonton sinetron, berlangganan majalah, atau menanti buku kedua suatu novel. Ada sesuatu yang dinantikan berikutnya. Dan kota seolah bertindak sebagai “penerbit” bagi penikmat gambar – gambar tembok tersebut. Dengan demikian menjalani hidup di kota tidak akan membosankan lagi karena adanya “cerita” baru yang selalu dinanti.

Cerita Kota Melawan Korupsi:


Untuk sumber bisa diklik di masing – masing gambar

Advertisements

About this entry